Senin, 28 November 2011

Diskon Blackberry Ricuh, Pemerintah Risih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kericuhan konsumen dalam membeli Blackberry dengan diskon 50 persen turut membuat pemerintah risih. Penyelenggara dinilai gagal mengantisipasi ketertiban pembelian sehingga malah terjadi kericuhan.

Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI Gatot S Dewa Broto menjelaskan konsumen di tanah air selalu tergiur dengan tawaran produk diskon, tidak terkecuali produk terbaru Blackberry 9790 Bellagio besutan Research in Motion (RIM).

"Perilaku konsumen kita cukup membuat kami risih. Setiap ada barang baru, masyarakat cenderung konsumtif," ungkap Gatot kepada KOMPAS.com, Senin (28/11/2011).

Gatot menyayangkan pihak penyelenggara yang hanya membatasi pembelian Blackberry diskon sebanyak 1.000 unit, namun memberikan kesempatan pada masyarakat melebihi kapasitas. Alhasil, calon pembeli pun membludak dan tidak bisa diantisipasi.

Rencananya, penyelenggaraan kegiatan tersebut akan dilakukan selama tiga hari mulai 25 November 2011. Tapi, hanya dalam sehari saja, penyelenggaraan diskon Blackberry itu terpaksa dihentikan karena khawatir akan jatuh korban.

"Kami hanya berusaha melindungi konsumen. Paling tidak, RIM jangan hanya iming-iming diskon, tapi juga memperhatikan kesepakatan RIM dengan pemerintah yang selama ini belum dijalankan," tambahnya.

Selama ini, RIM masih memiliki tiga kesepakatan yang disebut pemerintah belum dijalankan. Kesepakatan tersebut adalah penyadapan terhadap Blackberry, Layanan purna jual dan Pembangunan server atau database/datacenter atau network aggregator. Pemerintah memasang tenggat waktu hingga 31 Desember 2011.

Donasi dan Simpati untuk Korban Tewas di GBK

Jakarta - Suporter Indonesia mengadakan aksi sosial penggalangan dana untuk korban tewas di final sepakbola SEA Games XXVI. Ke depannya, diharapkan tak ada lagi suporter yang tewas di stadion.

Aksi penggalangan dana tersebut dilakukan oleh Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) lewat jejaring sosial Facebook. Dalam aksi selama tiga hari tersebut, terkumpul dana sekitar Rp. 3.165.000 dan US$ 100.

Uang tersebut kemudian diserahkan kepada keluarga kedua korban tewas, Reno Alvino dan Aprilianto Eko Wicaksono.

“Nantinya dana yang terkumpul akan dibagi untuk kedua korban meninggal," ungkap admin FDSI, Djundan Hidayat, dalam rilis yang diterima detikSport.

"Kaget juga dengan respons positif dari member. Padahal, kebanyakan dari kami hanya saling mengenal di dunia maya saja dan belum pernah bertatap muka. Bahkan, dari penyumbang ada yang berdomisili di luar negeri," katanya.

Minggu (27/11/2011) kemarin, beberapa berwakilan Save Our Soccer dan FDSI berkunjung ke rumah almarhum Reno di daerah Cawang, Jakarta Timur. Dalam kesempatan tersebut, keluarga Reno berharap peristiwa yang menimpa Rena tak terulang.

"Jangan sampai terjadi lagi. Kalau bisa semaksimal mungkin keamanan dan kenyamanan diperhatikan dari pihak penyelenggara,” ucap kakak tertua Reno, Rini.

Reno (20 tahun) dan Aprilianto (14 tahun) tewas saat hendak menyaksikan pertandingan final sepakbola SEA Games XXVI antara Indonesia dan Malaysia, Senin (21/11/2011) lalu. Mereka meninggal setelah terinjak-injak suporter lain yang berdesak-desakan dan berebut masuk di pintu 15 Gelora Bung Karno.

Dalam insiden tewasnya Reno dan Aprilianto, satu hal yang disayangkan adalah lambatnya penanganan pihak medis. Kabarnya, jenazah Reno sempat tertahan selama dua jam di dalam mobil ambulans karena tidak ada tenaga medis yang stand by.

"Sangat disayangkan, di dalam ambulans tidak ada tenaga medis yang berjaga. Meski adik saya sudah meninggal, harusnya ada yang mendampingi untuk sekadar membersihkan luka di leher dan kepala Reno," kata Rini.

Sementara itu, Koordinator Save Our Soccer, Apung Widadi, berharap penyelenggaraan pertandingan sepakbola selanjutnya bisa menyediakan jaminan keamanan untuk para penonton.

"Harus ada audit penyelenggaraan pertandingan di GBK yang menewaskan beberapa orang. PSSI harus menjadikan hasil audit ini sebagai bahan untuk membuat SOP pertandingan dan selalu dipegang teguh dalam setiap pertandingan. Sebagai pembayar tiket, supporter juga harus mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan,” pinta Apung.

Pernikahan Ibas-Aliya Jauh dari Glamor

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) di DPR RI Jafar Hafsah menilai pernikahan Eddi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Siti Rubi Aliya, jauh dari kesan mewah dan megah.
Menurutnya sebagai seorang Sekertaris Jenderal PD yang menikahi putri Ketua Umum Partai Amanat Nasional, acara pernikahan tersebut tergolong wajar.
"Resepsi pernikahan Ibas & Aliyah boleh dibilang dilaksanakan secara sederhana dan bersahaja, jauh dari kesan glamor dan mewah seperti yang sebelumnya dipergunjingkan berbagai pihak, yang menyatakan sebagai pesta yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah," kata Jafar melalui siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Minggu (27/11/2011).
Terlebih Ibas sebagai putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangatlah wajar menggelar pernikahan dengan dua konsep akad nikah dan resepsi pernikahan di dua tempat berbeda, yakni Istana Cipanas, Jawa Barat, dan Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.
"Sebagai anak presiden dan Sekjen DPP Partai Demokrat, tentunya resepsi ini sangat sederhana yang patut dijadikan teladan," ujarnya.
Bahkan pasangan pengantin tersebut sejak awal berkomitmen untuk menolak kado dan sumbangan dalam bentuk uang, dalam acara pernikahannya.
"Sejak awal disampaikan secara terbuka dalam undangan untuk tidak membawa kado atau hadiah dalam bentuk apa pun, selain untuk menghindarkan pada gratifikasi, sekaligus menunjukkan komitmen yang kuat dari SBY terhadap pembrantasan korupsi dan ini tidak sekedar label, namun diterapkan secara langsung," katanya.

sea games 2011 (indonesia buktikan bisa)

Indonesia Buktikan Bisa
Wednesday, 23 November 2011
Kembang api menghiasi langit Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang saat penutupan SEA Games 2011, tadi malam. SEA Games berikutnya tahun 2013 akan digelar di Myanmar.

PALEMBANG– Indonesia tidak hanya sukses sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan SEA Games (SEAG) XXVI 2011, tetapi juga sukses meraih prestasi dengan menjadi juara umum. Keberhasilan ini diiringi dengan upacara penutupan spektakuler di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang tadi malam. Kontingen Indonesia keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali 182 emas,151 perak, dan 143 perunggu.

Raihan itu terpaut jauh dengan peringkat kedua Thailand yang mengoleksi 109 emas, 100 perak, dan 120 perunggu.Prestasi luar biasa yang ditorehkan atlet Indonesia di SEA Games XXVI mendapat apresiasi besar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden meyakini prestasi atlet Indonesia yang mentereng di SEA Games kali ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dan latihan keras mereka selama bertahun-tahun. “Sekarang medali (emas) sudah 182.

Semuanya boleh tepuk tangan. Itu medali (yang lebih dari) 100 bukan turun dari langit. Itu (karena) berlatih,” papar Presiden SBY di kediamannya, Puri Cikeas,kemarin. Prestasi sebagai juara umum ini adalah yang terbaik bagi Indonesia dalam 14 tahun terakhir. Sejak menobatkan diri sebagai juara umum pada 1997, prestasi Indonesia memang kurang memuaskan. Pada SEA Games XXIV di Thailand, Indonesia bahkan hanya duduk di peringkat keempat.

“(Sebelum) SEA Games (digelar) komentarnya luar biasa, tidak siaplah,pasti gagal,tidak serius, mundur saja empat bulan.Saya katakan jangan dilawan dengan kata-kata,buktikan nanti kita bisa,” tandas Presiden. Pujian serupa juga disampaikan Wapres Boediono dalam upacara penutupan tadi malam. “Khusus kepada kontingen Indonesia selamat atas juara umum.Kita semua sangat bangga kepada Anda semua.

Kemudian,kepada masyarakat Sumsel dan Jakarta, saya ucapkan terima kasih telah memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah pesta olahraga ini,”ucap Boediono. Upacara penutupan yang dimulai pukul 19.10 WIB tadi malam tidak kalah megah dengan upacara pembukaan.Aksi pertama yang memukau penonton adalah pertunjukan kembang api selama kurang lebih dua menit untuk mengawali rangkaian acara.

Meski diguyur hujan 30 menit sejak acara dimulai,tidak mengurangi kemeriahan upacara penutupan tadi malam. Kembang api mereda, dilanjutkan dengan pertunjukan tarian 11 negara-negara Asia Tenggara dalam tajuk “Harmony in Victory”. Kemudian tampil pula duet Da-niel Christanto dan Putri Ayu yang membawakan lagu Harmoniciptaan Piyu. Setelah itu, atlet dari seluruh kontingen peserta SEA Games XXVI memasuki tengah lapangan.

Mereka yang dalam dua pekan terakhir ini terlibat persaingan memperebutkan medali dan menunjukkan prestasi terbaiknya telah bisa tertawa lepas dan saling bercanda dalam barisan defile. Dalam laporan Ketua Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) Rita Subowo, SEA Games yang telah berakhir akan selalu diingat masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara. “Kompleks olahraga ini begitu mengagumkan.Kami berharap Jakabaring Sport City (JSC) bisa menjadi pusat pembinaan olahraga di Indonesia,” ujar Rita.

Wapres Boediono dalam sambutannya menyatakan, meski api di kaldron yang telah menyala 12 hari akan padam sebagai pertanda pesta telah usai, api yang telah menyala di dada setiap atlet diharapkan tidak padam.“Api itulah yang mengingatkan dan menghangatkan persahabatan Asia Tenggara,”ujar Boediono. Dia menambahkan, ketika semua atlet telah mengeluarkan kemampuan terbaik dan pertandingan dilangsungkan dengan adil,menang atau kalah mereka tetap akan pulang dengan kepala tegak.

“Menang atau kalah kita tetap erat menjadi bangsa Asia Tenggara. Dengan SEA Games, kita tunjukkan kepada dunia betapa Asia Tenggara terjalin erat dalam persahabatan sejati. Kepada seluruh kontingen selamat kembali ke negara masing-masing dan berjumpa kembali di Myanmar 2013,”tutur Wapres. Acara dilanjutkan pengibaran bendera Myanmar diiringi lagu kebangsaan Kaba Ma Kyei.

Selanjutnya, bendera SEA Games diturunkan dan diserahkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada Menpora yang meneruskan kepada Ketua Umum Inasoc Rita Subowo.Puncaknya, bendera diberikan kepada Menteri Perhotelan Pariwisata dan Olahraga Myanmar Tin San selaku tuan rumah SEA Games XXVII 2013.Tepat pukul 20.21 WIB,api di kaldron padam seiring kapal yang membawa perwakilan atlet menjauh. iwan setiawan/ali alfaridzi/sidratul muntaha/dedy sagita/ yopie cr/maesaroh

loyalitas pelanggan:sebuah kajian konseptual sebagai panduan bagi peneliti (jurnal perilaku konsumen)

1. Nama penulis / tahun Basu Swastha Dharmmesta
2. Judul Penelitian Loyalitas pelanggana : sebuah kajian konseptual sebagai panduan bagi peneliti.
3. Sumber jurnal / URL Jurnal ekonomi dan bisnis Indonesia 1999
Vol 14, no. 3,73 – 88
Universitas gajah mada
4. Masalah / Tema / Topik Masalah yang menjadi dasr penelitian ini adalah :
1. Apakah loyalitas pelanggan menggunakan merek sebagai obyek loyal?
2. Apakah paritas merek (brand parity) menjadi tantangan bagi pemasar untuk mengatasi loyalitas pelanggan?
3. Bagaimana mengidentifikasi pelanggan yang loyal pada merek?
5. Teori – teori yang digunakan 1. Pemasaran
2. Perilaku konsumen
6. Tujuan penelitian 1. Untuk mengidentifikasi kepuasan pelanggan terhadap merek.
2. Untuk mengetahui tahap – tahap yang digunakan pelanggan.
7. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa :
Loyalitas pelanggan sebetulnya berasal dari loyalitas merek yang mencerminkan loyalitas pelanggan pada merek tertentu, yaitu loyalitas pelanggan dan loyalitas merek menunjukan hal yang sama. Oleh karena itu penggunaannya tidak dibedakan dan dapat di utarakan secara silih berganti.
8. Metode – metode penelitian





Objek Merek dan atribut lain yang melekat pada produk.
Atribut lain seperti kualitas, kemasan, warna, dan sebagainya.

Jenis data - Data primer
- Data sekunder
- Pengambilan sampel pada konsumen dengan wawancara
- Daftar pusaka

Metode / teori yang di uji

S1= b0 + b1 Perf1 + b2Et + b3St-1 + Trend + n1
S1 = kepuasan pada periode 1
Perft1 = kinerja (perilaku pada timgkat perusahaan)
E1 = pengharapan tentang kinerja pada periode 1
St=1 = kepuasan pada periode t-1
Trend = factor trend standart untuk memperhitungkan perubahan kepuasan dari tahun ke tahun
N1 = variable random yang terdstribusi secara independent dan identik dengan rata-rata nol dan variable terbatas
9
Deskriptis / interpretasi data Karena pendekatan attitudinal dan behavioral menekankan pada tindakal rill konsumen dalam pembelian ulang maka model matematis di muka dapat dimodifikasi ke dalam model konnseptual.
10. Kesimpulan dan keterbatasaan kesimpulan Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa merek itu terbentuk mulai ketika konsumen masih anak-anak dan menginjak dewasa (Guest,1964 dalam Solomon,1996). Oleh karena itu pemasar perlu menentukan pelanggan sasarannya lebih awal dalam daur hidup mereka. Konsumen yang loyal pada merek dan membentuk suatu basis yang solid seperti profitabilitas merek itu. Pengukuran loyalitas merek melibatkan pembelian ulang dan komitmen pada merek.
Di samping itu., loyalitas merek yang dikembangkan mencakuo semua aspek psikologi konsumen secara total agar tidaj mudah berubah. Pengujian tentang terjdinya loyalitas dengan menghubungkan antara sikap relatif dan pembelian ulang dalam kerangka pendekatan attitudinal dan behavioural dapat dilakukan melalui penelitian – penilitian di masa yang akan datang

Kontribusi pada masyarakat Pemasar dapat mempengaruhi pola pembentukan konsumen dengan melakukan promosi penjualan yang intensif seperti pemberian kupon berhadia atau dengan menawarkan perubahan harga.tentu,pola pembelian dan pengukuran kesukaan konsumen sangat mendukung studi tentang loyalitas merek.

Kamis, 24 November 2011

pola management koperasi

POLA MANAJEMEN KOPERASI

Organisasi

Definisi organisasi adalah sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu wadah yang terdiri dari pipinan dan anggota-anggotanya yang saling mengikatkan diri dalam sistem. Memiliki Visi, misi dan tujuan bersama.

Organisasi dibangun oleh struktur kompleks yang melibatkan banyak parameter dan aspek. Komponen utama organisasi adalah people. Faktor ini kemudian biasa disebut sebagai SDM. Kemudian kelengkapan organiasi meliputi perangkat organisasi dan pendukungnya. Faktor nonformal diluar sistem kelembagaan namun melekat dalam aktivitas organisasi seperti budaya, ikatan emosi, ratio persahabatan,kebersamaan dan solidaritas adalah aspek-aspek yang sangat berpenaruh dalam proses manajemen

Organisasi dilihat dari aspek kematangan seluruh.komponen organisasi mengalami pertumbuhan sebagai berikut:

Embrionic ( Masa adaptasi)
Growth ( Ditandai dengan aktivitas yang beragam)
Maturation ( Masa puncak)
Quantum ( Kondisi dimana ada keinginan untuk mencari tantangan baru)
Decline ( penurunan / kemunduran)

Desain Organisasi

Desain organisasi yang disebut juga perencanaan struktur organisasi adalah suatu pencapaian usaha terpadu melalui penyusunan dan penatan tugas dan tanggung jawab; serta aliran atau arus pekerjaan, dari semua komponen dan aktivitas dalam organisasi. Dari semiua komponen dan aktivitas dalam organisasi. Proses ini dijalankan oleh leader dan manajer untuk menyusun dan mengembangkan interaksi efektif antar komponen dalam organisasi untuk mencapai tujuan.
Proses perencanaan ini adalah struktur organisasi yang meliputi 2 dimensi untama yaitu:

1. Pengelompokan tugas dan tanggung jawab, ini berkenaan dengan
spesialisasi tugas, pekerjaan, pembagian dalam devisi atau departemen,
termasuk didalamnya garis/instruksi dan satf/ pembantu.

Dimensi pengelompokan tugas, tugas-tugas yang ada dikelompokan
menjadi pekerjaan. Terdapat 3 dimensi pengelompokan

a. Spesialisasi tugas pekerjan.
Spesialisasi ini akan memberikan identitas pekerjaan dan membuat
batasan- batasan tanggung jawab.

b. Pembagian departemen.
Selanjutnya setelah spesialisasi dilakukan maka dilakukan usaha untuk
mengelompokan tugas spesialis tersebut kedalam departemen atau
divisi. Pembagian ini tergantung dari kebijakan organisasi sesuai
analisa kebutuhan.

c. Hubungan garis/ komando dan staf/pembantu
Penentuan mekanisme kekuasan; meliputi hak wewenang, garis komando,rentang kendali dll.

Penentuan mekanisme pengaruh dalam organisasi sangat penting dalam menjaga kontradiksi kekuasaan. Mekanisme ini terkait dengan bagaimana mengarahkan organisasi dengan perangkat-perangkat sistem, proses prosedur dll. Untuk melakukan upaya pengarahan itu diperlukan penggunaan kekuasaan

Desain organisasi yang baik akan lebih memberikn peluang pencapaian tujuan organisasi.

Singkat, Mengenai Manajemen

Manajemen adalah faktor terpenting dalam sebuah organisasi. Jika dianalogikan manajemen merupakan nyawa dari sebuah stuktur kelembagaan. Peranan inilah yang menjadikan manajemen tidak saja penting tetapi juga sangat vital. Peformance organisasi ditentukan oleh rancang bangun manajemen. Goal dari menajemen adalah kesempurnaan pencapaian visi organisasi.

Seringkali manajemen berkaitan dengan cara mengatur,how to manage untuk mencapai tujuan organisasi. Esensi mengatur disini tidak hanya menata saja, tetapi ada aspek-aspek pendukungnya.

Joseph L, menyatakan bawa manajemen adalah : " Gets things done trough other people"
Penjelasan dari defenisi diatas adalah :

Manejemen adalah suatu proses dimana suatu kelompok secara kerjasama mengarahkan tindakan atau kerjanya untuk mencapai tujuan bersama. Proses tersebut mencakup teknik-teknik yang digunakan untuk para manajer untuk mengkordinaikan kegiatan atau aktivitas orang-orang lain menuju tercapainya tujuan bersama.

Defnisi yang saat ini dipakai oleh banyak kalangan adalah buah pemikiran dari dua pakar Ilmu Manajeman Taylor dan Henry Fayol. Pemikir – pemikir jenius yang oleh kaum sosialis dan kapitalis pada awal abad 18 disebut sebagai bapak sebagai pendiri ilmu manajemen menyatakan sesuatu harus disederhanakan seminimal mungkin untuk pekerjaan-pekerjaan seharusnya dibagi dan diberikan suatu standar ukuran tertentu. Konsep manajemen fayol sangat berpengaruh dalam upaya menhilmiahkan ilmu manajeman.
Konsep Manajemen Fayol di kemukakan sebagai berikut :

Plan ( Merencanakan) ; Merencanakan erat kaitanya dengan bagaimana melihat sumberdaya, melakukan analisis terhadap kondisi factual sekaligus meramalkan kondisi – kondisi atau perubahan pada masa datang ‘ future trend". Dari berbagai input tersebut dibuat strategi-strategi untuk mancapai tujuan organisasi.
Organize ( Mengorganisir): Aktivitas yang ditujukan untuk melaksanakan plan. Komponen organiz meliputi siapa yang malakukan apa, kapan dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan.

Coordinate ( Kordinasi) Upaya untuk menjaga kestabilan kinerja yang kandusif, efektif dan efesien.

Control ( Mangawasi), proses yang maliputi penilaian dan pengukuran hasil pekerjaan.
Konep Manajemen lain di kemukakan oleh George Terry :

Planning

Organizing

Actuating ( Penggerakan)

Controlling ( Pengawasan dan pengendalian)

Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini yang akan dilakukan pada masa dating. Pengambilan keputusan ini harus melihat Sumber daya, kondisi saat ini serta melakukan peramalan atas prakondisi dan kedaan yang mempengaruhi organisasi dimasa dating. Minimal ada 4 aspek penting dalam strategic planning yaitu masa depan dan perkiraannya, aspek lingkungan baikinternalaataueksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target.
Organisasi seacara kelembagaan harus mempunyai perngkat organisasi yangmenjadi sarana dalam pencapaian tujuan organisasi. Perangkat mendasar perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang waib ada adalah parameter-paramer idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,


Untuk mempercepatpercapaian strategic planning diperlukan:
- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)

Perencanaan

Srategic planning dapat kita rumuskan dengan 3 pertanyaan mendasar:

1. Dimana kita saat ini berada, dan akan kemana arahan kita?

2. Kemana tujuan kita, ingin pergi kemana kita.?

3. Bagaimana atau dengan apa kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?

Kemudian sebagai evaluasi kita menyapaikan pertanyaan tentang kepuasan kita
dalammencapai tujuan tersebut.

Tahap-tahap perencanaan adalah sebagai berikut:

1. Analisa SWOT
Tahap selanjutnya adalah Analisa SWOT. Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Seorang manajer organisasi harus paham betul kondisi organisasinya, informasi detail sekaligus mampu melakukan forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari fore casting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan SWOT. Proses pertama yang harus dilakukanadalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta sumberdaya organisasi. Kemdian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan opportunities dan threats

2. Menentukan target
Komponen ini adalah bagian terpenting dari penyusunan strategi. Manajemen harus mengarahkan seluruh proses pada sasaran yang telah ditentuan. Target ini dihasilkan dari proses telaah realistis terhadap analisa SWOT yang telah ditentukan sebelumnya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, target harus diyakini oleh seluruh manajemen, bahwa organisasi mampu mencapainya.

Strategi

Proses ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menjawab permasalahan dan metode pencapaian target
Dalam strategi masa depan dapat meliputi semua aspek dalam organisasi , seperi sumberdaya, Perubahan anggaran dll. Strategiini kemudian dirumuskan menjadi salaj satu perangkat proses yang nantinya akan dijadikan acauan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Pelaksanaan dan Monitoring

Didasarkan pada perencanaan strategi yang telah ditentukan sebelumnya, aplikasi dari selurh rstrategi tersebut harus dilakukan sesuai tugas dan fungsi yang ada. Perlu ada mekanisme monitoring untuk memantau proses pelaksanaan strategi seperti rapat-rapat rutin dan mekanisme pelaporan.

Manajemen harus dapat memastikan bahwa proses sudah berjalan sebagaimana mestinya. Pastikan bahwa setiap tahapan pelaksanaan mempunyai target hasil.
Idealnya setiap recana strategis dilaksanakan untuk jangka waktu 5 tahun, tidakterpengaruh dengan pergantian personel atau manajemen. Perencanaan strategi harus mempunyai kekuatan mengikat kepada setiap manajemen yang berkuasa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dinamika stuktur social bahkan organisasi seringkali membuat perencanaan membutuhkan perbaikan dan pembenaan, oleh karena itu perlu mekanisme koreksi dari manjemen

Pengambilan Keputusan

Manfaat Pengambilan Keputusan.
Setiap permasalahan memerlukan solusi, dan solusi adalah buah dari proses pengambilan keputusan. Hidup itu sendiri adalah masalah ( prespektif relative) artinya kita selalu merlukan proses pengambilan keputusan. Sama halnya dengan kehidupan organisasi yang sangat kompleks, peranan pengambilan kepusan mempnyai arti yang tidak hanya penting namun juga mendasar.



Proses pengambilan keputusan

1. Identifikasi masalah
Setiap leader damn manajer harus mampu menyimpulkan sebuah inti permaslahan, temukan hakekat permasalahan, lihat latarbelakang kenapa permasalahan itu muncul. Setiap permaslahan harus dinyatakan dengan tegas mulai dari latar belakang dan hubungan sebab-akibat yangberpengaruh terhadapnya. Kumpulkan data dan informasi tetang problem tersebut.

2. Pilihan Alternatif
Daridata yang telah dikumpulkan, tentukan alternative-alterntif pemecahan. Semuakemungkinan yang mungkin dilakukan disusu menurut criteria yang disepakati. Ada beberapa teknik pendekatan yang bisa dilakukan. Kita dapat melakukan pendekatan ide alternative beba disampaikan kemudian kita melakukan penyempitan

3. Analisa Alternatif
Semua alternative di pertimbngkan dengan perimbangan resiko, kemungkinan tercapai, kesiapan organisasi, factor ekstenal serta factor-faktor lain

Mengenal Anggota koperasi

Definisi Anggota Koperasi

Siapa anggota koperasi? Ada beberapa literature yang dapat kita gunakan . Kita bahas 1 argumen paling esensial dari koperasi Indonesia yaitu
UU No. 25 TH. 1992
Undang-undang ini adalah dasar hukum koperasi yang mempunyai kedudukan yuridis sangat kuat. UU ini digunakan sebagai patokan oleh seluruh gerakan koperasi Indonesia.

Pada Bab V pasal 17 disebutkan bahwa

Butir 1. Anggota Koperasi adalah pemilik dan pelanggan
Pada Pasal 19 disebutkan

Butir 1. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi.

Butir 4. Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap koperasi sebagimana diatur dalam anggaran dasar.

Bagaimana kewajiban anggota?

Kita menekankan keawajiban anggota kepada poin-poin penting yang nantinya akan di kentekstualkan dengan fenomena actual dan klasik di Koperasi terutama Kopma UGM.
Pasal 20 menyebutkan bahwa kewajiban anggota adalah:

Sub Butir a. Mematuhi AD/ART serta keputusan yang disepakati di RAT
Sub Butir b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.
Sub Butir c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas azas kekeluargaan.

Mari kita kupas makna dari pasal 17

Sebagai pemilik, anggota ikut menyerahkan modal, menentukan kebijakan dan rencana kerja melalui RAT, mengawasi pelaksanaanya dan menanggung resiko.
Sebagai pelanggan, anggota mengikatkan diri untuk selalu menggunakan jasa dan terlibat dalam kegiatan ekonomi yang disediakan kopersi.
Konsep dasar koperasi adalah untuk menjadi anggota harus mempunyai motivasi ekonomi yang sama, artinya jika motif untuk masuk koperasi tidak sama dengan yang dijalankan koperasi maka seharusnya tidak bisa diterima menjadi anggota.
Kesimpulanya sebagai berikut
jika anggota tidak meyetor simpanan wajib atau pokok dalam periode tertentu
Jika anggota tidak melakukan transaksi belanja di koperasi untuk memenuhi kebutuhanya

Jika calon anggota mempunyai motif untuk masuk koperasi tidak sama dengan yang dijalankan koperasi maka seharusnya tidak bisa diterima menjadi anggota
Jika anggota tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana disebutkanpada Pasal 17 UU No. 25 TH. 1992
maka dia sudah kehilangan haknya untuk sebagi anggota karena telah melanggar AD/ART
Manajemen Organisasi Koperasi

Mengenal Perangkat Organisasi Koperasi
Perangkat mengandung pengertian sejumlah alat atau perlengkapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Dalam konsep koperasi pernagkat tersebut minimal terdisri atas 3 hal yaitu;

- rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas

3 aspek tersebut adalah satu kesatuan dan tidak dapat dan harus berjalan simultan.
Bila digambarkan hubungan kerja antar perangkat adalah sebagai berikut:
Keterangan
____ Garis komando
__ __ Garis Pengawasan

1. Rapat Anggota
RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenag RA diantaranya adalah menetapkan

a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi

Rapat Anggota dapat berbentuk RAT, RAK dan RALB
RA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggta dan disepakati oleh lebih dari setenganh anggota yang hadir.

2. Pengurus

Pengurus koperasi merupakan pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi.
Persyaratan calon pengurus dicantumkan dalam AD/ART.
Syarat-syarat Umum untuk pengurus adalah

a. Mempunyai sikap mental yang baik yang dapat dilihat dari prilaku sehari-hari.
b. Mempunyai pengetahuan tentang koperasi
c. Mempunyai waktu untuk mengelola koperasi

Pengurus merupakan pimpinan kolektif yang etrdiri atas beberapa anggota pengurus. Tugas dan kewajiban pengurus adalah:

- Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.
- Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban:

1). Mengajukan proker
2). Mengajukan laporan keuangandan pertanggungjawaban tugas.
3). Menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.
4). Menyelenggarkan administrasi
5). Menyelenggarkan RAT.

Pada prinsipnya RAT diselenggarakan dan dipimpin oleh pengurus tetapi pengurus dapat diserahakan kepada anggota pada saat pertanggungjawaban pengurus.
Pengurus berwenang:

d. Mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.
e. Melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan koperasi.
f. Memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai ketentuan AD/ART.
Tanggung Jawab Pengurus
Adalah atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas kewajiban, dan wewenangnya.
Pertanggungjawaban pengurus di Rat munkin tidak diterima karena kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan kerugaian. Apabila itu terjadi pengurus secara kolektif atau perseorangan bertanggungjawab kerugian tersebut kecualai pengurus dapat membuktikan bahwadia tidak lalai dan telah berupaya untuk mencegah perbuatan yang merugikan tersebut.

3. Pengawas

Pengaeas seperti hanlnay pengurus dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT
Pada prisipnya tugas pengawas tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapiuntuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sesuai dengan RA.. apabila pengawas menemukan penyimpangan maka itu harus dikonsultasikan kepada pengurus untuk diambil tindakan, selanjunya hasil pengawasan dilaporkan kepada RA.

a. Pengawas Tetap.
Adalah pengawas yang dipilih pada rapat anggota.
Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas secara umum adalah sebagai berikut.
- untuk melaksanakan tugasnya pengawas berwenang Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.
- Dalam rangka pelaksanaan tugas pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan merahasiakan hasil laporanya kepada pihak ketiga.
- meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan
Penutup

Tidak semua organisasi harus meniru manajemen organisasi lain, meskipun bergerak pada level dan wilayah yang sama. Setiap organisasi harus mampu menemukan karakteristiknya sendiri. Kemampuan mengelola perbedaan yang boleh jadi adalah kelebihan itulah yang menyebabkan organiasi dapat terus tumbuh dan bersaing dengan kelembagaan sejenis atau organisasi lain.

sisa hasil usaha

PRINSIP PRINSIP SISA HASIL USAHA KOPERASI

Sisa Hasil Usaha Koperasi

a. PENGERTIAN SHU
Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :

1. Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

2. SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

3. Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

b. INFORMASI DASAR
Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut:

1. SHU Total Koperasi pada satu tahun buku

2. Bagian (persentase) SHU anggota

3. Total simpanan seluruh anggota

4. Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota

5. Jumlah simpanan per anggota

6. Omzet atau volume usaha per anggota

7. Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota

8. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota


c. Istilah-istilah Informasi Dasar

1. SHU Total adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (profit after tax)

2. Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya.

3. Partisipasi modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya

4. Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota

d. Rumus Pembagian SHU

Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.

Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.

Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

1. SHU per anggota
SHUA = JUA + JMA

Di mana :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota

2. SHU per anggota dengan model matematika
SHU Pa = Va x JUA + S a x JMA
----- -----
VUK TMS

Dimana :
SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)
Sa : Jumlah simpanan anggota
TMS : Modal sendiri total (simpanan anggota total)

e. PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI

1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.

2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.

3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.

4. SHU anggota dibayar secara tunai